Gambar. Newcastle United vs Manchester United
Musim 2022/2023 menjadi musim yang menggembirakan untuk The Toon Army julukan untuk fans Newcastle United. Setelah sekian lama akhirnya tim idola mereka mampu kembali berlaga di kompetisi tertinggi yang ada di eropa atau UEFA Champions League (UCL). Newcastle sendiri terakhir kali berlaga di UCL kurang lebih 20 tahun yang lalu, dengan demikian investasi hingga 250 juta Poundsterling dalam 3 jendela transfer tidak sia-sia.
Pada awalnya Newcastle United bukanlah klub yang diunggulkan di Premier League, Newcastle pada musim-musim sebelumnya hanya menjadi penggembira papan tengah dan papan bawah klasemen sementara EPL. Kemudian setelah Mike Ashley melepas saham terbesar akhirnya Newcastle diakuisisi oleh konsorsium pengusaha Arab Saudi, yaitu Saudi Public Investment Fund (PIF), PCP Capital Partners, dan Reuben Brothers. Perubahan mulai dilakukan secara bertahap, pada awalnya Newcastle United mulai melakukan perubahan mendasar dengan mengganti sang manajer yaitu Steve Bruce digantikan oleh Eddie Howe.
Kebijakan Bursa Transfer yang Tepat
Setelah Eddie Howe memegang kemudi dari Newcastle United mulai dilakukan perubahan dengan merekrut pemain baru. Beberapa rekrutan baru dari Eddie Howe adalah Bruno Guimaraes, Chris Wood, Burn, Trippier, dan Matt Target yang digaet pada bursa transfer Januari 2022. Rekrutan baru tersebut kemudian digabungkan dengan pemain-pemain Newcastle yang sudah ada sebelumnya dan dianggap sudah cukup mumpuni sehingga Eddie Howe tergolong tidak terlalu gila-gilaan dalam hal transfer pemain. Meskipun rekrutmen tidak terlalu mendatangkan nama-nama besar akan tetapi transfer tersebut dapat dikatakan begitu efektif, salah satu buktinya adalah Nick Pope yang menjadi benteng pertahanan terakhir dari Newcastle United yang sebelumnya sangat mudah dibobol oleh lawan.
selanjutnya Eddie Howe menambah kedalaman skuad dengan membeli Anthony Gordon yang merupakan proyeksi dari rencana jangka panjang Newcastle United, hasil dari kebijakan transfer efektif ini terlihat pada musim 2022/2023 yang membawa The Magpies finish di posisi ke empat sehingga dapat mengamankan tiket UCL untuk musim depan.
Filosofi baru yang dibawa oleh Eddie Howe
Eddie Howe dikenal sebagai pelatih yang sangat mengandalkan serangan cepat dengan pemain sayap sebagai tumpuan serangan tersebut. Akan tetapi setelah menimba ilmu di Spanyol, Eddie Howe kemudian menambahkan variasi sepak bola posesional pada variasi taktik yang dia terapkan pada tim yang dia latih.
Newcastle United musim ini tampil berbeda dengan permainan yang mengandalkan serangan dari belakang melalui umpan-umpan yang presisi. selain itu Newcastle di bawah arahan Eddie Howe banyak melakukan pressing musim ini dengan menempatkan banyak pemain pada lini serang untuk menekan pertahanan lawan, kemudian dibantu dengan salah satu fullback yang naik membantu serangan, yaitu Kieran Trippier. Permainan Newcastle sangat variatif dengan Gelandang yang sangat cair dan dapat bergerak melebar untuk menarik bek sayap dan gelandang bertahan lawan agar keluar dari posisinya.
secara keseluruhan, tim lawan akan sangat tertekan dengan pola pressing yang dilakukan oleh para pemain Newcastle, gelandang dan bek sayap lawan tidak akan terpancing sehingga tidak mampu mengcover lini belakang. kemudian kemampuan dari para pemain Newcastle dalam menjaga jarak out of possession antar pemain yang baik, Alexander Isak yang sangat buas di depan gawang juga benar-benar memaksimalkan operan bola dari lini tengah. Selain itu yang menjadi sorotan musim ini adalah Newcastle sering memulai pertandingan dengan sangat cepat, mereka seringkali mencetak gol pada 10 menit pertama pertandingan.
langkah berikutnya
Meskipun dipegang oleh Investor dari Arab, akan tetapi Newcastle tidak langsung belanja gila-gilaan. Newcastle membangun pondasi tim secara perlahan, sehingga tim benar-benar berprogress. Musim depan rencananya The Magpies akan merekrut pemain-pemain seperti Szoboszlai, James Maddison, Kieran Tierney hingga Nico Williams. menarik untuk dinantikan seperti apa wajah Newcastle musim depan, apakah mereka mampu konsisten di 4 besar, atau justru mampu bersaing dalam perebutan gelar liga Inggris, liga Eropa.
#newcastle #premierleague #transfer #filosofi #sepakbola #football #ucl

0 Komentar